Minggu, 18 Maret 2012

Sistem Perekonomian Dunia


Sistem Perekonomian Dunia
Sistem perekonomian adalah sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk menempatkan atau menggunakan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut. Perbedaan mendasar antara sebuah sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya adalah bagaimana cara sistem itu mengatur faktor produksinya.
Berikut 3 contoh negara yang telah saya analisis mengenai sistem perekonomian yang diterapkan nya .
1.Amerika
            Amerika pada saat ini menerapkan sistem ekonomi Liberal.Ekonomi liberal adalah teori ekonomi yang diuraikan oleh tokoh-tokoh penemu ekonomi klasik seperti Adam Smith atau French Physiocrats.
Liberal yang dianut Amerika adalah dengan menekankan kerja sama serta kolaborasi timbal balik dan usaha individu.Di Amerika setiap individu diharapkan mampu bekerja sama,menciptakan peluang baru dalam perekonomian di negara mereka.
Ekonomi di Amerika menjadi acuan ekonomi negara-negara lain,baik negara maju maupun berkembang.Hal ini ditunjukan oleh mata uang Amerika yaitu dolar yang posisinya meningkat atau lebih tinggi dari mata uang negara lain.
Akan tetapi untuk saat ini Amerika sedang mengalami krisis ekonomi tanpa kita sadari.Ini bermula pada saat Amerika membombardir Irak habis-habisan,akibatnya APBN di Amerika tergilas.Sektor perumahan atau bisnis properti ,lembaga keuangan ikut hancur.Kegagalan-kegagalan ini menjalar ke seluruh bidang kehidupan di Amerika.Banyaknya pengganguran dan kriminalitas.banyak anak-anak terlantar.Bahkan Negara lain pun terkena dampak dari krisis di Amerika ini.



2.Rusia
            Rusia seperti Cina, telah melakukan perubahan sistem ekonomi,dari sistem ekonomi terpusat menjadi sistem ekonomi berbasis pasar.Proses perubahan ini terjadi sejak tahun 2000. Rusia sangat selektif dalam memaknai nilai-nilai kapitalisme ke dalam proses reformasi yang sedang dijalankan.Karena jika salah langkah dalam penerapan system akan berdampak buruk bagi perekonomian Rusia sendiri.
                Dalam menghadapi krisis globalisasi ekonomi saat ini,Rusia berusaha agar tidak terjebak dalam kondisi saat ini. Rusia tidak ingin menanggung konsekuensi dari globalisasi ekonomi yang menimbulkan instabilitas,meskipun Rusia tetap mengikutinya.Rusia memiliki kemandirian dalam menyusun konsep globalisasi yang disesuaikan dengan karakteristik politik dan ekonominya. Rusia memiliki tekad untuk membangun  perokonomian yang kokoh agar dapat bertahan dalam menghadapi arus kompetisi ekonomi yang semakin ketat yang terjadi di era globalisasi.

3. Vietnam
          Vietnam merupakan salah 1 negara yang menganut sistem ekonomi Sosialis. Sistem ekonomi sosialis yaitu sistem ekonomi yang seluruh kegiatan ekonominya direncanakan, dilaksanakan, dan diawasi oleh pemerintah secara terpusat.
            Ideal pertumbuhan ekonomi yang terjadi di Vietnam Ekonomi pasar telah membawa suatu perubahan dalam kualifikasi sumber daya manusia di Vietnam terutama dalam perdagangan dan profesi yang lebih bermutu.
            Dalam sektor industry tahun 2000 Pemerintah Vietnam melaksanakan berbagai langkah dengan mendukung produksi terutama industri yang memiliki keunggulan bersaing, seperti minyak mentah, garmen, dan sepatu kulit. Langkah-langkah pendukungnya termasuk subsidi atas bunga pinjaman, pengecualian atau pengurangan bea masuk impor, pajak pertambahan nilai (VAT), dan asistensi pemerintah dalam pemasaran secara periodik (bulanan atau triwulanan). Bagi pebisnis Indonesia, ada beberapa produk utama Vietnam yang patut dikenali dan dicermati. Produk-produk itu di antaranya garmen dan tekstil, barang elektronika, sepatu, produk air kemasan, beras, kopi, karet, batu bara, minyak mentah, tembaga, kertas, jenis paper board, dan sebagainya. Produk di atas menjadi saingan dalam ekspor, patut diteliti dari mutu, harga, penyerahan dan pelayanan purnajual).
            Prioritas utama pemerintah Vietnam adalah pertumbuhan ekonomi. Dengan menyadari realita kebutuhan akan pertumbuhan, ternyata model pertumbuhan yang didorong ekspor negara industri baru Asia yang berhasil mempunyai daya tarik dan kenaikan ekspor serta arus modal asing dalam tahun-tahun belakangan ini, menumbuhkan optimisme bagi berbagai kalangan pembuat kebijakan dan bisnis. Mereka menganggap bantuan luar negeri dan investasi sebagai dorongan yang menentukan pada take off , dan karena itu industri yang berorientasi pada ekspor diberi prioritas utama.

Sistem Perekonomian Indonesia
*Sistem ekonomi orde baru zaman Soeharto
            Maret 1966 Indonesia memasuki pemerintahan orde baru dan perhatian lebih ditujukan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan ekonomi dan sosial, dan juga pertumbuhan ekonomi yang berdasarkan sistem ekonomi terbuka sehingga dengan hasil yang baik membuat kepercayaan pihak barat terhadap prospek ekonomi Indonesia. Sebelum rencana pembangunan melalui repelita dimulai, terlebih dahulu dilakukan pemulihan stabilitas ekonomi, sosial, politik serta rehabilitasi ekonomi di dalam negeri. Pemerintah juga menyusun repelita secara bertahap dengan target yang jelas, IGGI juga membantu membiayai pembangunan ekonomi Indonesia. Dampak repelita terhadap perekonomian Indonesia cukup mengagumkan, terutama pada tingkat makro, pembangunan berjalan sangat cepat dengan laju pertumbuhan rata-rata pertahun yang relative tinggi.
* Sistem ekonomi setelah orde baru
Bangsa Indonesia setelah orde baru mengalami suatu kondisi yang sangat mendukung untuk mulai dilaksanakannya sistem ekonomi yang sangat diinginkan rakyat.Awal orde baru di awali dengan masa-masa rehabilitasi,perbaikan hampir di seluruh sektor kehidupan.
Pemerintahaan Orde Baru juga  menerapkan disiplin ekonomi yang bertujuan menekan inflasi, menstabilkan mata uang, penjadwalan ulang hutang luar negeri, dan berusaha menarik bantuan dan investasi asing.
Tercatat bahwa :
Tingkat inflasi tahun 1966 sebesar 650%v
Tingkat inflasi tahun 1967 sebesar 120%v
Tingkat inflasi tahun 1968 sebesar 85%v
Tingkat inflasi tahun 1969 sebesar 9,9%v
Tahun 1970-an harga minyak bumi meningkat dan menyebabkan melonjaknya nilai ekspor.Tahun 1968 sampai 1981 tingkat pertumbuhan ekonomi rata-rata sebesar 7%.
Setelah orde baru berlangsung selama beberapa tahun yang dipimpin oleh Presiden Soeharto dunia politik Indonesia dan secara dramatis mengubah kebijakan luar negeri dan dalam negeri dari jalan yang ditempuh Presiden Soekarno pada akhir masa jabatannya.
Pemerintahan orde baru yang dipimpin oleh Presiden Soeharto berlangsung sangat lama.Awalnya pemerintahan ini sangat di senangi oleh rakyat karena kesejahteraan rakyat meningkat,namun pada akhirnya saat tahun 1998 rakyat Indonesia mengadakan unjuk rasa dan tindakan-tindakan anarkis agar Presiden Soeharto turun dari jabatannya.
Gemelut sistem perekonomian di Indonesia terjadi saat pemerintahan Ibu Megawati.Harga minyak naik dan akibatnya minyak susah ditemukan.Gemelut itu pun terus berlangsung sampai saat pemerintahan Bapak SBY.Bukan hanya harga minyak yang naik,tetapi harga BBM dan bahan-bahan pokok ikut naik.Akibatnya banyak rakyat miskin di Indonesia.

Para Pelaku Sistem Perekonomian Indonesia
Salah satu indikator perekonomian suatu negara yang sangat penting adalah pendapatan nasional. Menghitung pendapatan nasional dengan pendekatan produksi (GDP)
GDP (Gross Domestic Product) atau Produksi Dometik Bruto adalah pendapatan nasional yang nilainya dihitung dengan cara menjumlahkan seluruh kegiatan produksi yang dilakukan oleh semua pelaku / sektor ekonomi di wilayah Indonesia, dalam kurun waktu tertentu.
Yang perlu diingat dalam perhitungan tersebut, jangan sampai terjadi perhitungan ganda (double counting) yang dapat menyebabkan pendapatan nasional (GDP) Indonesia tampak lebih besar.
Hampir semua para pelaku ekonomi di Indonesia sangat mementingkan pendapatan yang dihasilkan oleh mereka hanya untuk diri mreka sendiri,mereka tidak memikirkan Negara bahkan kadang-kadang mereka merugikan negara.
Menghitung pendapatan nasional dengan pendekatan pengeluaran (GNP)
GNP (Gross National Product) adalah pendapatan nasional yang nilainya di peroleh dengan cara menjumlahkan seluruh pengeluaran yang dilakukan oleh semua pelaku / sektor ekonomi di Indonesia, yang berwarga negara Indonesia dalam kurun waktu tertentu. Cara memperoleh nilai GNP ini sangat berbeda dengan cara memperoleh GDP, jika GDP dibatasi oleh wilayah, maka GNP dibatasi oleh kewarganegaraan, karena konsep yang dipergunakannya adalah konsep kewarganegaraan, artinya nilai pengeluaran tersebut dihitung dari pelaku ekonomi yang berkewarganegaraan Indonesia saja
.
         


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar